
Khusus untuk mereka yang mulai memasuki rimba per-social media-an atau mereka yang sudah lama terlibat pada jurnal pribadi di internet yang namanya Facebook ini, mungkin sudah saatnya mulai berhati-hati. Loh, kenapa harus berhati-hati? Ya, karena kelihatannya kerajinan ngeblog di Facebook akan mudah terserang virus baru. Namanya ‘FACEBOOKHOLIC’.
Tak seperti pendahulunya, yaitu ‘MULTIPLYHOLIC’, ‘BLOGHOLIC’ , atau “TWITTERHOLIC” virus ini menyerang secara perlahan-lahan dan memiliki gejala yang jauh lebih hebat. Bahkan virus ini terdiri dari beberapa stadium, sesuai dengan masa inkubasi dan penyebarannya dalam diri Facebooker.
Stadium 1, biasanya menyerang mereka yang baru saja mempunyai Facebook. Gejalanya seperti ingin memiliki dan mulai terobsesi dengan Facebooknya. Memasang apa saja yang berkaitan dengan dirinya, mulai dari profil yang ‘sempurna’, foto yang sebagus mungkin, dan sebagainya. Bahkan ada obsesi untuk menarsiskan diri di Facebook, misalnya makan somay di foto, ke bioskop di foto, pokoknya semuanya difoto. Continue Reading…
“ Saya selalu naik sepeda kalo buntu.”
“Ah, baca buku dan nonton film. Siapa tahu dapat ide.”
“Tidur lebih awal, bangun subuh dan nulis sampai pagi.”
“Baru bisa nulis kalau pakai mesin tik, nggak tahu kenapa.”
“Dengerin lagu sentimentil.”
“Sering datang ke perpustakaan atau kalau ada duit, ya beli buku baru.”
“Pokoknya semua harus sepi, tenang, dan nyaman.”
“Kalau anak-anak sudah tidur, nah itu waktu saya nulis.”
“Kalau ada makanan dan minuman lengkap, baru bisa nulis.”
“Hmm… saya mesti puasa dulu.” Continue Reading…

Pemanfaatan ruang citizen journalism tidak hanya dilakukan oleh perusahaan media semata, melainkan juga dilakukan oleh warga; bahwa komodifikasi warga terhadap media citizen journalism pada dasarnya terfokus pada komodifikasi diri atau self-commodity. Di media citizen journalism, wargalah yang menentukan, mengkonstruksi, bahkan memiliki maksud tertentu ketika memublikasikan konten. Media citizen journalism yang ada internet pelaku bisa sekaligus bertranformasi menjadi sumber berita sekaligus. Artinya, publikasi konten berita dalam media citizen journalism terkait dengan segala sesuatu, peristiwa, atau bahkan pikiran cum perasaan si pemilik akun itu sendiri.
Fenomena ini sebagaimana dijelaskan oleh W. Loosen bahwa internet merupakan medium yang membuka peluang bagi siapa saja untuk memublikasikan hal-hal pribadi ke ranah publik, seperti menyebarkan foto aktivitas si pemilik akun.
…privacy concerns were not raised for the first time when the Internet allowed private persons to distribute photographs and information about themselves (and others), or with the (scientific and societal) discourse of online privacy. However, private information distributed via social media does make a difference, because the creators of such information may regard it as (semi-)private, whereas journalists may regard it as public. (Whittle S dan Cooper, 2009:2 dalam Trepte and Leonard (eds.), 2011: 205-218) Continue Reading…
Fakson Banda (2010) menegaskan bahwa ada dua tipe citizen jurnalism, yakni non-institusional dan institusional. Dalam tipe non-institusional, merupakan tipe yang menempatkan citizen journalism sebagai pelaku yang berada di luar institusi resmi layaknya media tradisional.
Bahwa warga yang menjadi jurnalis warga, sebagai contoh, bukanlah mewakili institusi media manapun, tak terikat oleh regulasi maupun kebijakan redaksional, dan dalam beberapa kasus jurnalis warga ini menanggung sendiri akibat dari pelaporan yang dibuat oleh mereka.
Sedangkan tipe selanjutnya, yaitu institusional berkaitan dengan kombinasi antara cara kerja citizen journalism yang tak terikat dan bebas dengan struktur media yang terinstitusi. Pengertian terinstitusi di sini menurut Banda lebih pada media publikasi laporan citizen journalism yang lebih tertata layaknya media tradisional dan tidak melibatkan struktur organisasi keredaksian yang mengekang warga dalam memberikan laporan. Juga, institusi bisa dibentuk oleh antarwarga maupun kontribusi yang diberikan oleh media tradisional seperti BBC, CNN, atau Kompas.
A key feature of this type of citizen journalism is how media institutions seem to be moving into the space created by non-institutional citizen journalists, seeking to benefit from, and inject their own professional instincts, rituals and practices into, the space thus created. As such, some media institutions, such as the British Broadcasting Corporation (BBC) encourage their own reporters to become ‘citizen journalists’, loosening the institutional noose around their necks and allowing them to engage different publics in a less professional environment. (Banda, 2010:29)
Interactivity merupakan konsep yang sering digunakan untuk membedakan antara media baru yang digital dengan media lama yang menggunakan analog. Pembahasan ini telah dijelaskan dalam sub-bab “Teknologi determinisme dan Perkembangan Media Baru” terdahulu, namun Gane dan Beer (2008) mengajukan pembahasan tentang ini dengan perspektif teori sosial sebagaimana yang dikembangkan oleh Stephen Graham (2004), Lev Manovich (2001) dan Spiro Kiousis (2002). Continue Reading…