Category Archives: CyberCulture
Buku: Cyber Media, Pengantar Mempelajari Media Baru
Buku ini merupakan buku ajar dalam mempelajari budaya siber dan fenomena yang terjadi di ruang virtual tersebut. Dalam mata kuliah Cyber Media, atau di beberapa universitas yang saya ampu disebut sebagai Media Online, pembahasan tentang ini memfokuskan diri pada Internet dan Cyberculture bahasan tentang 1) Internet Sebagai Kultur dan Artefak Kultural, 2) Tipologi (Internet) David Bell, 3) Konsep Cyberspace, 4) Teknologi Determinisme dan Perkembangan Menuju Media Baru, 5) Kehadiran Teknologi Komunikasi (Media) Baru, 6)Antara Broadcast Media dan Network Media, 7) Komunikasi Termediasi Komputer, Antara Integrasi dan Interaksi, atau
Karakteristik Media Baru dalam Perspektif Budaya dan Media. Buku ini juga membahas fenomena yang terjadi dengan kehadiran social media serta gerakan citizen journalism.
Judul: Cyber Media
Penulis : Rulli Nasrullah, Dr(can.), M.Si
Terbit: Januari 2012
Penerbit: LPSI Publishing
Hal: xiv + 160
Harga: Rp 58.000
Namanya Virus ‘Facebookholic’
Self Commodity Warga dalam Citizen Journalism

Pemanfaatan ruang citizen journalism tidak hanya dilakukan oleh perusahaan media semata, melainkan juga dilakukan oleh warga; bahwa komodifikasi warga terhadap media citizen journalism pada dasarnya terfokus pada komodifikasi diri atau self-commodity. Di media citizen journalism, wargalah yang menentukan, mengkonstruksi, bahkan memiliki maksud tertentu ketika memublikasikan konten. Media citizen journalism yang ada internet pelaku bisa sekaligus bertranformasi menjadi sumber berita sekaligus. Artinya, publikasi konten berita dalam media citizen journalism terkait dengan segala sesuatu, peristiwa, atau bahkan pikiran cum perasaan si pemilik akun itu sendiri.
Fenomena ini sebagaimana dijelaskan oleh W. Loosen bahwa internet merupakan medium yang membuka peluang bagi siapa saja untuk memublikasikan hal-hal pribadi ke ranah publik, seperti menyebarkan foto aktivitas si pemilik akun.
…privacy concerns were not raised for the first time when the Internet allowed private persons to distribute photographs and information about themselves (and others), or with the (scientific and societal) discourse of online privacy. However, private information distributed via social media does make a difference, because the creators of such information may regard it as (semi-)private, whereas journalists may regard it as public. (Whittle S dan Cooper, 2009:2 dalam Trepte and Leonard (eds.), 2011: 205-218)
Karakteristik Media Baru: Interactivity
Interactivity merupakan konsep yang sering digunakan untuk membedakan antara media baru yang digital dengan media lama yang menggunakan analog. Pembahasan ini telah dijelaskan dalam sub-bab “Teknologi determinisme dan Perkembangan Media Baru” terdahulu, namun Gane dan Beer (2008) mengajukan pembahasan tentang ini dengan perspektif teori sosial sebagaimana yang dikembangkan oleh Stephen Graham (2004), Lev Manovich (2001) dan Spiro Kiousis (2002).








