Category Archives: CyberCulture

Memaknai Tombol “Like”

like

Ketika saya mempublikasikan status kondisi anak pertama saya yang sedang masuk rumah sakit karena tangan kirinya patah (retak), tak berapa lama kemudian status itu diikuti oleh puluhan komentar. Semua komentar bernada sama: menanyakan dan mendoakan. Menanyakan bagaimana kejadiannya atau bagaimana kabar selanjutnya. Juga, mendoakan semoga cepat disembuhkan.

Share

Cyberculture dan Informational Capitalism

Internet3

Teoris cyberculture seperti Manuel Castells menegaskan bahwa perkembangan teknologi internet pada dasarnya melahirkan apa yang disebut sebagai ”informational capitalism”(1996/2010:18). Bahwa teknologi dan entitas yang berada di dalamnya seperti produsen (perangkat keras maupun lunak), distributor, pengiklan, maupun pengguna merupakan model ekonomi baru yang melandaskan produk atau komoditasnya pada informasi.

We are still in a capitalist mode of production, in terms of the relations between capital, property ownership and labour (even if, as we shall see, he argues that the social structure, i.e. class, has fundamentally  changed). Following his old mentor, Alain Touraine, he specifies a mode of development as ‘the technological arrangements through which humans act upon matter (nature), upon themselves, and upon other humans’ in order to generate wealth.

The technological arrangements through which humans act upon matter (nature), upon themselves, and upon other humans’ in order to generate wealth (Castells, 2000: 9).

Share

Komodifikasi Budaya Siber

IAG_003

Dalam perspektif cultural studies, internet merupakan ruang dimana kultur  yang terjadi itu diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi. Sebagaimana sifat dasar perspektif ini yang mengaburkan kelas-kelas sebagai sebuah strata yang ada di tengah masyarakat, cultural studies memberikan semacam perlawanan dari sebuah kemampanan strukturasi kelas sosial. Gerakan-gerakan sosial seperti feminisme menandakan bahwa sebuah kultur tidak hanya diciptakan oleh kelas tertentu, dalam pandangan Marx misalnya oleh kaum borjuis, namun bisa dihasilkan oleh masyarakat bahkan individu yang merupakan agen-agen sosial (Mosco, 1996:251). Jika memakai term ekonomi-politik, maka kultur merupakan komoditas yang diproduksi. Artinya, pendekatan cultural studies dalam melihat budaya siber yang ada di internet memberikan arah untuk melihat bagaimana proses komodifikasi itu terjadi di ruang virtual; dengan tentu saja mengabaikan kajiannya berdasarkan perdedaan kelas hingga hubungan pekerja-pemodal sebagaimana hal ini menjadi sentral awal diskursus tentang ekonomi-politik (hlm.252). Jika ekonomi-politik mengawali pembahasannya melalui “macrosocial organization of power” atau organisasi kekuasaan, maka cultural studies mendekatinya melalui “local organization of power” dimana kekuasaan itu berada didalam diri subyek atau individu itu sendiri (intersubjective). Bagi Mosco, fokus dari cultural studies  terletak pada teks sebagai salah satu titik awal untuk melihat bagaimana fenomena sosial itu terjadi.

Share

Dua Tipe Komunitas Virtual

netmouse

Pada dasarnya komunitas virtual bisa dibedakan menjadi dua jenis. Merujuk pada penjelasan Tonnies dalam bukunya Community and Asociation yang terbit tahun 1955 (dikutip David Bell, 2001:94) bahwa komunitas terbagi menjadi Gemeinschaft  dan Gesellschaft. Gemeinschaft merujuk pada jenis komunitas yang berkarakter ’total community’ di mana setiap individu maupun aspek-aspek sosial di dalamnya berinteraksi secara vertikal maupun horisontal, berjalan secara stabil dan dalam waktu yang lama, merupakan hasil dari adanya kesamaan maupun kebutuhan, terbentuk dari adanya pertukaran ritual maupun simbol-simbol sebagaimana yang terjadi dalam interaksi sosial secara nyata yang dibangun secara face-to-face interactions. Inilah yang disebut Tonnies sebagai komunitas (dalam pengertian) tradisional; dimana setiap individu membantu individu yang lain, setiap individu mengenal identitas atau informasi individu yang lain, dan ikatan yang terjalin antarindividu sangat kuat serta menjelma dalam berbagai wujud.

Share