Category Archives: Jurnalisme
Menjadi Aktor di Panggung Media
Dimuat di Rubrik SOROTAN majalah Sabili, Edisi 15 TH XIX 26 April2012/4 Jumadil Akhir 1433
Entahlah… mungkin karena sekadar ingin tahu atau hanya iseng belaka, sudah seminggu saya perhatikan semua media. Mulai dari koran hingga media online, mulai dari televisi hingga radio. Sebenarnya apa yang saya lakukan tersebut hanya ingin membuktikan asumsi atau lebih tepatnya “ramalan nakal” saya di tengah hari-hari menjelang pemilihan orang nomor satu di ibukota negara ini.
Sentimen Media Terhadap Islam
Dimuat di Rubrik SOROTAN majalah Sabili, Edisi 14 TH XIX 12 April2012/20 Jumadil Awal 1433
Suatu ketika saya menyaksikan laporan televisi tentang aparat keamanan yang berhasil menangkap pelaku teroris. Di salah satu segmen berita tersebut ditampilkanlah visualisasi barang bukti yang berhasil diamankan, yakni sepucuk senjata, beberapa peluru, VCD tentang jihad, buku-buku keagamaan, dan Alquran.
Kontan saya mengernyitkan dahi, beberapa buku itu sepertinya saya kenal. Saya pun langsung memeriksan koleksi buku di rak buku saya: betul saja saya menemukan buku yang sama. Lalu, saya pun mulai berpikir “jika buku tersebut dijadikan barang bukti berarti siapapun yang memiliki buku itu adalah teroris?”
Ah, saya coba menghapus kesan itu. Tapi, beberapa hari kemudian saya menemukan visual yang sama, kali ini dari jaringan televisi luar negeri. Media begitu intensnya memberitakan penyerangan terhadap rumah warga Yahudi meski tidak ada korban jiwa satupun di sana. Sementara ketika keesokan harinya tentara Israel membunuh beberapa orang warga Palestina dan ada anak-anak di antara korban tersebut, media hanya memberitakan sesekali dan itupun dengan pernyataan sebagai upaya mempertahankan diri.
Realitas Hasil Konstruksi Media
Media massa memiliki kebijakan tersendiri dalam menilai penting tidaknya suatu realitas sosial sebagai bahan pemberitaan yang akan disampaikan kepada publik. Sebab, setiap intitusi media massa memiliki pandangan yang berbeda terhadap suatu realitas sosial. Boleh jadi apa yang dianggap memiliki nilai berita yang tinggi oleh satu intitusi media massa akan dipandang berbeda oleh institusi media massa yang lain. Dan jika realitas sosial itu sama-sama diberitakan oleh semua media massa, maka tetap saja akan ada perbedaan. Perbedaan tersebut terlihat dari bagaimana media massa mengkonstruksi realitas sosial tersebut ke dalam bentuk berita.
Pengertian dan Fungsi Bahasa
Kamus Besar Bahasa Indonesia secara terminology mengartikan bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri.
Gorys Keraf (1994:1) memberikan pengertian bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa juga mencakup dua bidang, yaitu bunyi vokal dan arti atau makna. Bahasa sebagai bunyi vokal berarti sesuatu yang dihasilkan oleh alat ucap manusia berupa bunyi yang merupakan getaran yang merangsang alat pendengar. Sedangkan bahasa sebagai arti atau makna berarti isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan orang lain.








