Category Archives: Media & Cultural Studies
Media dan Budaya Kekerasan
Dimuat di Rubrik SOROTAN majalah Sabili, Edisi 16 TH XIX 10 Mei 2012/18 Jumadil Akhir 1433
Saya hampir-hampir tak bisa berkata apa-apa ketika menyaksikan laporan newscaster di sebuah televisi swasta yang memberitakan tindak kekerasan yang dilakukan oleh puluhan anggota geng motor. Emosi saya pun hampir bergemuruh ketika korban jiwa berjatuhan akibat ulah geng motor tersebut.
Memaknai Tombol “Like”
Ketika saya mempublikasikan status kondisi anak pertama saya yang sedang masuk rumah sakit karena tangan kirinya patah (retak), tak berapa lama kemudian status itu diikuti oleh puluhan komentar. Semua komentar bernada sama: menanyakan dan mendoakan. Menanyakan bagaimana kejadiannya atau bagaimana kabar selanjutnya. Juga, mendoakan semoga cepat disembuhkan.
Menjadi Aktor di Panggung Media
Dimuat di Rubrik SOROTAN majalah Sabili, Edisi 15 TH XIX 26 April2012/4 Jumadil Akhir 1433
Entahlah… mungkin karena sekadar ingin tahu atau hanya iseng belaka, sudah seminggu saya perhatikan semua media. Mulai dari koran hingga media online, mulai dari televisi hingga radio. Sebenarnya apa yang saya lakukan tersebut hanya ingin membuktikan asumsi atau lebih tepatnya “ramalan nakal” saya di tengah hari-hari menjelang pemilihan orang nomor satu di ibukota negara ini.
Dua Tipe Komunitas Virtual
Pada dasarnya komunitas virtual bisa dibedakan menjadi dua jenis. Merujuk pada penjelasan Tonnies dalam bukunya Community and Asociation yang terbit tahun 1955 (dikutip David Bell, 2001:94) bahwa komunitas terbagi menjadi Gemeinschaft dan Gesellschaft. Gemeinschaft merujuk pada jenis komunitas yang berkarakter ’total community’ di mana setiap individu maupun aspek-aspek sosial di dalamnya berinteraksi secara vertikal maupun horisontal, berjalan secara stabil dan dalam waktu yang lama, merupakan hasil dari adanya kesamaan maupun kebutuhan, terbentuk dari adanya pertukaran ritual maupun simbol-simbol sebagaimana yang terjadi dalam interaksi sosial secara nyata yang dibangun secara face-to-face interactions. Inilah yang disebut Tonnies sebagai komunitas (dalam pengertian) tradisional; dimana setiap individu membantu individu yang lain, setiap individu mengenal identitas atau informasi individu yang lain, dan ikatan yang terjalin antarindividu sangat kuat serta menjelma dalam berbagai wujud.








