Category Archives: Media & Cultural Studies

Kebudayaan dan Komunitas Virtual

virtual

Kebudayaan memiliki hubungan yang signifikan dengan komunitas. Menurut Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski, segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat (komunitas) ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. Akan halnya kebudayaan yang ada di internet, ruang individu yang dikonstruk oleh setiap user dalam interaksi di internet, misalnya dalam newsgroup, memiliki aturan, ciri khas, bahkan hirarki yang tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Meski konstruksi relasi sosial yang dibangun diwakili oleh teks maupun avatar, namun setiap individu memiliki kesadaran kolektifitas dalam lingkungan sosial tersebut sekaligus hak untuk menyatakan pendapat, pikiran, maupun opini mereka terhadap individu lain.

Share

Dibalik Isi Media

news

Dalam mengkonstruksi realitas pada kenyataannya media tidak sekadar merepresentasikan realitas, tapi sekaligus juga memproduksinya. Peristiwa politik yang disampaikan kepada publik adalah peristiwa politik yang sudah dikonstruk oleh media. Sehingga media tidak menampilkan kenyataan apa adanya dari realitas suatu peristiwa politik yang sesungguhnya terjadi di lapangan.

Ini tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor yang mempengaruhi media. Media dalam memandang suatu realitas politik tentu memasukkan unsur subjektifitasnya -terutama di kalangan wartawan- dalam melakukan framing terhadap peristiwa politik dengan menonjolkan fakta-fakta yang dianggap penting dan menyamarkan apa-apa yang tidak penting. Penentuan penting tidaknya ini jelas menunjukkan bahwa operasional media sangat terbuka kemungkinan dari unsur objektifitas wartawannya, dan dalam tingkatan institusi sangat dipengaruhi oleh faktor ideologi dan arah politik pemilik media.

Share

Self Commodity Warga dalam Citizen Journalism

new-media

sumber gambar: http://www.edtechmagazine.com/k12/sites/edtechmagazine.com.k12/files/imagecache/articlelarge/articles/2011/11/112911-300.jpg

Pemanfaatan ruang citizen journalism tidak hanya dilakukan  oleh perusahaan media semata, melainkan juga dilakukan oleh warga; bahwa komodifikasi warga terhadap media citizen journalism pada dasarnya terfokus pada komodifikasi diri atau self-commodity.  Di media citizen journalism, wargalah yang menentukan, mengkonstruksi, bahkan memiliki maksud tertentu ketika memublikasikan konten. Media citizen journalism yang ada internet pelaku bisa sekaligus bertranformasi menjadi sumber berita sekaligus. Artinya, publikasi konten berita dalam media citizen journalism terkait dengan segala sesuatu, peristiwa, atau bahkan pikiran cum perasaan si pemilik akun itu sendiri.

Fenomena ini sebagaimana dijelaskan oleh  W. Loosen  bahwa internet merupakan medium yang membuka peluang bagi siapa saja untuk memublikasikan hal-hal pribadi ke ranah publik, seperti menyebarkan foto aktivitas si pemilik akun.

…privacy concerns were not raised for the first time when the Internet allowed private persons to distribute photographs and information about themselves (and others), or with the (scientific and societal) discourse of online privacy. However, private information distributed via social media does make a difference, because the creators of such information may regard it as (semi-)private, whereas journalists may regard it as public. (Whittle S dan Cooper, 2009:2 dalam Trepte and Leonard (eds.), 2011: 205-218)

Share

Karakteristik Media Baru: Interactivity

internet

http://ecimages.kobobooks.com/Image.ashx?imageID=okrXKIy_Dk6799FnGLIqbw&Type=FullInteractivity merupakan konsep yang sering digunakan untuk membedakan antara media baru yang digital dengan media lama yang menggunakan analog. Pembahasan ini telah dijelaskan dalam sub-bab “Teknologi determinisme dan Perkembangan Media Baru” terdahulu, namun Gane dan Beer (2008) mengajukan pembahasan tentang ini dengan perspektif teori sosial sebagaimana yang dikembangkan oleh Stephen Graham (2004), Lev Manovich (2001) dan Spiro Kiousis (2002).

Share