W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Jurnal yang Tidak Dinilai untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Dosen

Ini adalah penngumuman soal jurnal yang tidak diakui dan atau diragukan yang diambil dari situs Dikti(http://pak.dikti.go.id)

Kami informasikan kepada para dosen pengusul/calon pengusul kenaikan pangkat/jabatan akademik dosen, terkait jurnal palsu yang tidak boleh dipergunakan dalam usulan serta informasi tentang questionable journal yang perlu diketahui dan diwaspadai.

A. Jurnal Palsu Berdasarkan Surat Direktur Diktendik
Pada tahun 2012, Direktur Diktendik mengeluarkan surat resmi tertuju pada tiga pengelola jurnal Nasional (JAM, Didaktika, dan Agritek. Surat-surat tersebut menginformasikan kepada pengelola bahwa jurnal tersebut tidak lagi dinilai untuk kenaikan pangkat/jabatan akademik dosen. File surat dan tampilan jurnal-jurnal tersebut dapat diunduh melalui halaman ‘Ketentuan PAK’ atau klik disini.

B. Jurnal Nasional tidak Terakreditasi dan Meragukan
Beberapa jurnal nasional tidak terakreditasi dan tergolong meragukan, antara lain:

  1. PERCIKAN, Ikatan Keluarga Besar Universitas Jambi (IKBUJ) – Bandung
  2. INOVASI, Jurnal Kajian Pendidikan, Jurnal Himpunan Mahasiswa dan Alumni Pasca Sarjana asal SUMUT
  3. Aktualita, Kantor KPN – Bung Kopertis Wilayah IX Sulawesi
  4. PROSPEK, Kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IX Sulawesi
  5. IQRA Journal Ilmiah LP2S UMI
  6. Jurnal Tadulako, Alamat : Jl. Sekeloa Gg. Loa II RT 01 RW 02 Bandung

File tampilan jurnal nasional yang tidak terakreditasi dan dinilai meragukan dapat diunduh melalui halaman ‘Ketentuan PAK’ atau klik disini.

C. Jurnal Internasional Palsu
File tampilan jurnal internasional palsu dapat diunduh melalui halaman ‘Ketentuan PAK’ atau klik disini. Beberapa diantara jurnal internasional palsu tersebut antara lain:

  1. International Journal of Business and Social Science (USA)
  2. Asian Social Science (Canada)

D. Questionable Journals
Daftar publisher yang terdapat di dalam laman ini merupakan contoh publisher yang diragukan. Oleh karenanya, tidak direkomendasikan untuk melakukan publikasi jurnal ke dalamnya. Salah satu contoh daftar yang ada di dalam laman tersebut adalah Beall’s List of Predatory, Open-Access Publishers by Jeffrey Beall 2012 Edition (klik judul untuk detail).

Beberapa contoh publisher yang diragukan:

  1. David Publishing Company
  2. IJENS
  3. Dove Medical Press

Di dalam website tersebut juga terdapat artikel yang perlu kita cermati, berjudul Criteria for Determining Predatory Open-Access Publishers.

Selain itu di dalam laman ini berisi daftar jurnal palsu di bidang Computer Science.

(1986)

6 Responses to Jurnal yang Tidak Dinilai untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Dosen

  1. Kang Arul

    Ini saya ambil dari laman http://pak.dikti.go.id/portal/?p=115
    Informasi tentang Laman Acuan Jurnal Ilmiah
    Posted on 06 October 2013

    Sebagai informasi, Kami sampaikan beberapa laman yang sering diacu oleh jurnal ilmiah:
    1. ISI Knowledge -Thomson Reuter (USA )
    2. SCOPUS (Netherland), http://www.scimagojr.com
    3. Microsoft Academic Search, http://academic.research.microsoft.com
    4. Ulrich’sPeriodicals Directory (Proquest)
    5. Academic Search Complete (EBSCO)
    6. Zentralblatt MATH ( Springer – Verlag)
    7. DOAJ (Lund University Swedia)
    8. Peridoque (EP Lausanne Switzerland)
    9. SHERPA/RoMEO (Nottingham University, UK)
    10. Index Copernicus(Poland)
    11. Google Scholar

    Informasi terkait dengan laman-laman di atas adalah sebagai berikut:

    Nomor 1, 2 dan 3 dipakai sebagai acuan oleh Tim PAK untuk melihat apakah sebuah jurnal dikategorikan sebagai jurnal internasional bereputasi.
    Nomor 4,5 dan 6 tidak memberikan informasi pemeringkatan jurnal.
    Di laman no 7 DOAJ dalam Tahun 2013, jurnal terbitan Indonesia yang masuk dalam DOAJ sudah melewati angka 100 dan selalu bertambah setiap bulan. Jurnal yang masuk dalam DOAJ kualitasnya lebih baik dari jurnal nasional tidak terakreditasi
    Laman nomor 8, 9 dan 10 tidak memberikan informasi seperti di laman no 1, 2 dan 3 . Ada yang harus mendaftar dahulu agar bisa masuk kelaman tsb.
    Dari Scopus (www.scimagojr.com) akhir Agustus 2013, terdapat dua belas jurnal terbitan dari Indonesia terindeks di scopus dan diantaranya ada jurnal yang belum terakreditasi Dikti. Jurnal-jurnal tersebut sudah terindeks Scopus sejak tahun 2010 dan mempunyai SJR (indikator seperti IF di ISI Knowledge). Salah satu Jurnal belum terakreditasi Dikti tetapi sudah terindeks dan mempunyai SJR. Tim PAK berpendapat jurnal yang masuk dalam list scopus meskipun belum terakreditasi dikategorikan sebagai jurnal internasional bereputasi.
    Nomor 11 tidak memberikan informasi tentang pemeringkatan jurnal.
    Dalam usulan kenaikan jabatan/pangkat sering ditemui karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal tidak terakreditasi (terbitan PT sendiri) dan penulis adalah salah satu dari editor jurnal. Dosen disarankan untuk menulis karya ilmiah di jurnal yang bidang keilmuannya sebidang dan tidak diterbitkan hanya dalam jurnal yang diterbitkan di jurnal PT sendiri.

  2. fitriani

    tolong infonya: apakah hanya jurnal yg terindeks di scopus yang menjadi acuan dikti? apakah tidak ada pengindeks yg lain contohnya Thomson Reuters (formerly ISI) Web of Knowledge, proquest dll?

    trimakasih

  3. Kang Arul

    dikti sering mengumumkan daftar terbitan berkala yang terakreditasi. Sila cek ke laman dikti… sola terindeks atau tidak tidak menjadi ukuran “wajib” untuk sebuah angka kredit, cuma memang akan menambah peluang mennyentuh angka “sempurna” sebuah karya ilmiah (kum 40)

  4. fitri

    apakah Asian social science Canada tidak terindex scopus n tidak di akui dikti? bagai mana cara mengetahui jurnal itu terakreditasi atau tidak?

  5. Kang Arul

    coba selalu cek disitus dikti… di sana selalu ada pengumuman jurnal-jurnal baik dalam negeri maupun luar negeri yang “diperhatikan”

  6. Mohon informasi:

    1. Kalau jurnal yang diterbitkan IISTE (Institute International Science Technology Education), apa termasuk tidak diakui?
    2. Jurnal terbitan IOSR (international Organization Scientific Research), apa diakui?
    3. International Journal Asean Social Science (IJASS) apa diakui?
    4. Jurnal terbitan CPI (Center Promoting Ideas) seperti: IJBHT, apa juga palsu?
    5. EDUCARE terbitan ASPENSI Jawa barat apa bisa diakui?

    Terimakasih informasinya.

    Wassalam

    Waspodo Tjipto

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>