W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Keluarga adalah Benteng Pertama

Indonesia darurat narkoba! Sebuah ungkapan yang terdengar amat menakutkan itu rupanya harus menjadi perhatian serius bagi kita semua. Iya, narkoba atau di masyarakat dikenal dengan sebutan narkotika dan obat-obatan berbahaya ini peredarannya sudah kian mengkhawatirkan. Mungkin kita tidak menyadari karena di lingkungan kita tidak tampak atau tidak di temui adanya pengedar maupun pemakai obat-obatan ini. Namun, kita patut mawas diri akan dampak yang bisa ditimbulkan dari penularannya yang dahsyat.

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pernah merilis data bahwa  peredaran narkoba di Indonesia mencapai Rp50 trilyun dalam satu hari. Anda bisa membayangkan berapa angka nolnya? Satu trilyun adalah 1000 miliar yaitu sama dengan 1012 = 1.000.000.000.000. Jadi setelah dikonversi, dapat ditemukan 50 trilyun itu memiliki angka nol sebanyak 12 buah di belakangnya, yaitu menjadi 50.000.000.000.000.

Bila uang sebanyak itu kita belikan kacang goreng seharga Rp1000 perbungkus, maka kita akan mendapatkan kacang goreng sebanyak 1.000.000.000 atau 1.000 miliar bungkus. Bila dalam satu kelas di sekolah terdapat 25 anak murid, maka kacang sebanyak 1.000 miliar bungkus itu bisa kita bagikan kepada  40 miliar kelas di dunia. Wow, mungkin kita akan disibukkan saat membuang bungkus kacangnya.

Dan betapa mengejutkannya bila kebutuhan makan sehari kaum dhuafa adalah 25 ribu rupiah per hari, maka uang dengan angka nol sebanyak 12 di belakang angka 50 itu bisa menghidupi sejumlah 50 miliar kaum dhuafa. Atau bila dipergunakan untuk membayar SPP sekolah kaum dhuafa sebesar Rp250.000 per bulan. Maka bisa dipergunakan untuk membayar SPP dalam sebulan sejumlah 200 juta kaum dhuafa.

Bukankah itu sesuatu yang luar biasa? Bayangkan, bila peredaran uang yang begitu besar itu, yang diperoleh dari para pengonsumsi obat-obat terlarang (masyarakat)  itu dipergunakan untuk sesuatu yang bermanfaat tentu akan mendapatkan keberkahan yang lebih bagi banyak orang. Bukan malah menimbulkan mala petaka, karena selain peredaran uang yang begitu besar dalam seharinya. Disebutkan juga sampai saat ini setidaknya masyarakat Indonesia tercatat sebanyak 5 juta orang pecandu atau pemakai narkotika dan angka kematiannya setiap hari diperkirakan 50 orang meninggal dunia. Bila yang tercatat saja begitu besar, yang tidak tercatat kemungkinan masih banyak lagi. Yuk, bentengi keluarga kita dari monster narkoba!

Keluarga Benteng Pertama dan Utama

Keluarga adalah institusi terkecil setelah bangunan Negara dan masyarakat. Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi anak-anak kita, tempat generasi muda kita mendapatkan pendidikan, pengajaran, pengsuhan dan perlindungan.

Melihat bahaya latin narkoba yang kian menggejala, maka keluarga adalah tempat pertama bagi anak-anak kita untuk mendapatkan pembekalan selain dari lingkungan masyarakat, sekolah dan lainnya, sehingga anak-anak kita diharapkan bisa terhindar dari monster ini. Beberata tips yang yang bisa kita lakukan di keluarga kita, yaitu:

Pertama,  bekal dan pemahaman agama sejak dini. Selain norma adat, agama adalah tuntunan yang sangat efektif untuk memberikan panutan dan pencegahan sejak dini. ajaran agama mampu memberikan panduan kepada anak-anak kita mengenai bahaya dan hukuman pemakaian narkoba dan obat-obatan terlarang menurut pandangan agama dapat mencegah anak-anak kita mendekati bahan-bahan berbahaya itu.

Kedua, menjadi teman dan sahabat yang nyaman di rumah. Anak usia remaja biasanya cenderung suka bersosialisasi dan mencari teman baru, juga suka mencoba hal-hal baru. Dengan menjadi sahabat dan temannya di rumah, hubungan yang terjalin di antara anggota keluarga akan lebih akrab dan sepadan, bukan semata hubungan antara orang tua dan anak, tapi selayaknya teman yang kita menjadi tempat curahan hatinya baik dalam keadaan suka dan duka. Sehingga, apa yang dilakukan putra-putri kita di luaran dapat kita rasakan dan kita bisa memberikan solusi atas segala permasalahannya.

Ketiga, memberikan reward, dukungan, pujian atau kejutan-kejutan yang bisa menambahkan kepercayaan diri anak-anak kita. Iya, terkadang, karena persaingan di sekolah yang semakin ketat, dorongan untuk mendapatkan teman, nilai bagus atau prestasi lainnya membuat anak-anak kita berpacu keras untuk mendapatkannya. Akibatnya, bila tidak mampu meraihnya terkadang membuatnya down. Dukungan baginya adalah sesuatu yang dibutuhkan, sehingga tidak akan mencoba mencari-cari sesuatu untuk menenangkan dirinya.

Keempat, melakukan penyuluhan sendiri di rumah. Tidak harus menunggu di sekolah atau lembaga lain. Kita bisa juga melakukan pembekalan sendiri di keluarga kita, yaitu kita kumpulkan semua anggota keluarga, belajar bersama dan mencari tahu apa saja pengaruh dan bahaya narkoba, juga tampilkan contoh dan fakta akibat dari orang-orang yang telah memakai narkoba.

Kelima, mengadakan forum berbagi dan bertukar pikiran, keterlibatan kita dengan anak-anak kita dalam penanggulangan dan pencegahan berbagai bahaya dan pengaruh narkoba di lingungan rumah maupun sekolah. Karena siapa lagi yang bertanggup jawab terhadap diri kita dan lingkungan? Kita bisa melakukan muhasabah bersama setiap tahun sekali di bulan-bulan seperti bulan ramadhan dan lainnya.

Keenam, melakukan rekreasi bersama. Selain tempat-tempat wisata seperti taman bunga, kebun binatang, kita bisa juga jalan-jalan ke daeran-daerah maaf kumuh yang memiliki perekonomian kurang. Merubah tujuan wisata menjadi agak aneh harus kita diskusikan dengan seluruh anggota keluarga dan kita pahami bersama makna folosofinya. Sehingga kita dapat bersyukur bersama-sama karena masih dianugrahi berbagai kelebihan dan kebaikan. Berbagi sedikit rezeki kepada yang membutuhkan dapat mengajarkan kita pentingnya pemanfaatkan uang untuk yang lebih bermanfaat.

Ketujuh, bersatulah dengan keluarga dan lingkungan juga lembaga lain untuk saling membantu dan mengawasi segala yang terjadi di lingkungan rumah dan sekitarnya. Tak perlu menunggu telah terjadi, narkoba bisa kita tolak sejak dini.

Yuk, mari, jadikan keluarga kita sebagai benteng pertama dalam perang melawan narkoba! Untuk Indonesia bebas narkoba. (ayati/ka) (314)

One Response to Keluarga adalah Benteng Pertama

  1. Ady

    Narkoba musuh bangsa, lindungi keluarga anda dari ancaman narkoba..

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


one + = 7

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>