Namanya Virus ‘Facebookholic’

facebook
Khusus untuk mereka yang mulai memasuki rimba per-social media-an atau mereka yang sudah lama terlibat pada jurnal pribadi di internet yang namanya Facebook ini, mungkin sudah saatnya mulai berhati-hati. Loh, kenapa harus berhati-hati? Ya, karena kelihatannya kerajinan ngeblog di Facebook akan mudah terserang virus baru. Namanya ‘FACEBOOKHOLIC’.Tak seperti pendahulunya, yaitu ‘MULTIPLYHOLIC’,  ‘BLOGHOLIC’ , atau  “TWITTERHOLIC” virus ini menyerang secara perlahan-lahan dan memiliki gejala yang jauh lebih hebat. Bahkan virus ini terdiri dari beberapa stadium, sesuai dengan masa inkubasi dan penyebarannya dalam diri Facebooker.


Stadium 1, biasanya menyerang mereka yang baru saja mempunyai Facebook. Gejalanya seperti ingin memiliki dan mulai terobsesi dengan Facebooknya. Memasang apa saja yang berkaitan dengan dirinya, mulai dari profil yang ‘sempurna’, foto yang sebagus mungkin, dan sebagainya. Bahkan ada obsesi untuk menarsiskan diri di Facebook, misalnya makan somay di foto, ke bioskop di foto, pokoknya semuanya difoto.

Stadium 2, pada level ini Facebooker akan merasa dua gejala. Pertama, mulai sering bikin status sehari lebih dua kali. Kondisi ini menyebabkan seseorang terobsesi mencari-cari ide-ide statu yang baru, mulai mengutak-atik, copy paste status keren dari Facebook lain. Kedua, obsesi untuk agar statusnya dikomentari sebanyak.
-banyaknya oleh Facebooker lain. Maka salah satu gejalanya adalahs ering-sering komen di status temen.
Stadium 3, virus ini mulai semakin parah. Setiap bangun pagi atau setiap datang ke tempat kerja hal yang pertama kali dipikirkan adalah bagaimana membuat status baru di waktu itu. Berpuluh-puluh menit bahkan sampai berjam-jam dihabiskan hanya untuk browsing Facebook, komen di status orang lain, upload-upload foto, atau selalu melihat update notification setiap10-30 menit sekali.

Stadium 4, jika sudah sampai pada stadium ini, bisa dipastikan kondisi yang bersangkutan sudah terinfeksi virus ‘FACEBOOKHOLIC’ yang teramat berat. Gejalanya cukup mudah diketahui, yaitu mulai terobsesi punya Friendlist sebanyaknya; bikin akun kedua, ketiga dan banyak; merasa dirinya selebritis dengan mengganti terus minimal sehari sekali foto avatar Facebook; nge-add teman yang belum tentu teman; dan parahnya bikin status setiap jam.
Stadium 5, pada stadium ini kondisi Facebooker  yang terserang virus ini semakin parah. Gejalanya terlihat dari perbandingan berapa waktu yang digunakan untuk nge-Facebook dibandingkan waktu kerja dalam sehari. Bahkan sampai di rumah atau tempat kost pun masih terbawa keinginan untuk melakukan sesuatu terhadap Facebooknya. Kalau sudah masuk dalam tahap ini …. hmm, kondisinya sudah terbilang membahayakan. Gejalanya beli atau make HP cuma untuk update status atau komen status orang.

Nah, berada di stadium manakah virus ‘FACEBOOKHOLIC’ ini menyerang Anda?

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>