Tag Archives: David Holmes

Interaksi CMC (computer mediated communication)

Pada masyarakat informasi ( Holmes, 2005:33) setiap individu mengalami peningkatan dalam berinteraksi dengan layar komputer, membangun relasi face-to-screen dibandingkan face-to-face. Sherry  Turkle dalam bukunya The Second Self (1995:9) menyatakan bahwa internet telah menghubungkan milyaran individu dari belahan bumi manapun dalam ruang baru yang berimplikasi pada cara kita berpikir selama ini tentang seksualitas, bentuk-bentuk dari komunitas, dan bahkan pada identitas diri. Bahkan di era internet saat ini ketika berbicara tentang komunitas virtual, maka kita berpartisipasi dengan orang lain dari seluruh dunia, orang-orang  yang terlibat dalam percakapan setiap waktu, bahkan terhadap orang yang secara relasi kita intim dengan mereka, namun orang-orang tersebut sangat mungkin tidak pernah bertemu secara fisik. Bahkan  Trevor Barr (2000:118) membuat beberapa tipe interaksi di internet, yakni :

  1. one-to-one messaging ( seperti email);
  2. one-to-many messaging (seperti ‘listserv’);
  3. distributed message databases (seperti USENET news groups);
  4. real-time communication (seperti ‘Internet Relay Chat’);
  5. real-time remote computer utilization (seperti ‘telnet’);
  6. remote information retrieval (seperti ‘ftp’, ‘gopher’ and the World Wide Web)
Share

Telecommunity, Komunitas Virtual

Teori klasik tentang komunitas  salah satunya dikembangkan oleh Emili Durkheim yang menjelaskan tentang kesadaran kolektif atau conscience collective yang didefenisikan sebagai ‘the set of beliefs and sentiments common to the average members of a single society (which) forms a determinate systmen that has its own life’. Kesadaran kolektif ini salah satunya adalah nilai-nilai agamNa yang berlaku secara  tradisional dalam masyarakat –Durkheim menyebutnya sebagai ‘mechanical societies’.

Hal ini juga menjadi fakta sosial yang penting dikarenakan kesadaran kolektif ini memiliki material berupa institusi masyarakat itu sendiri, populasi, jumlah serta sifat alami dari kanal komunikasi.  Bagi Durkheim (1982:58) material-material tersebut merupakan fasilitas yang muncul dari corak struktur masyarakat yang secara radikal merupakan perwujudan dari bentuk hubungan antarindividu. Beberapa bentuk dari hubungan yang ada di masyarakat bagi Ferdinand Tonnies terbagi menjadi dua, yakni apa yang disebut sebagai Gameinschaft yang ada dalam masyarakat media, agama, bahasa, dan tempat sebagai kekuatan dasar dari bentuk solidaritas (Tonnies, 1995). Semantara Gesellschaft berasal dari kesatuan yang plural. Berasal dari kehidupan public atau merupakan dunia itu sendiri. Jika Gameinschaft (society) dimaknai sebagai organisme yang hidup atau masyarakat, sedangkan Gesellschaft (association) merupakan pengaturan kontrak atau kerjasama untuk maksud tertentu. Dalam pandangan Durkheim (1982:88) ‘In Gesellschaft every person strives for that which is to his own advantage and affirms the actions of others only in so far as and as long as they can further his interest’.

Share