Tag Archives: Ferdinand Tonnies

Dua Tipe Komunitas Virtual

netmouse

Pada dasarnya komunitas virtual bisa dibedakan menjadi dua jenis. Merujuk pada penjelasan Tonnies dalam bukunya Community and Asociation yang terbit tahun 1955 (dikutip David Bell, 2001:94) bahwa komunitas terbagi menjadi Gemeinschaft  dan Gesellschaft. Gemeinschaft merujuk pada jenis komunitas yang berkarakter ’total community’ di mana setiap individu maupun aspek-aspek sosial di dalamnya berinteraksi secara vertikal maupun horisontal, berjalan secara stabil dan dalam waktu yang lama, merupakan hasil dari adanya kesamaan maupun kebutuhan, terbentuk dari adanya pertukaran ritual maupun simbol-simbol sebagaimana yang terjadi dalam interaksi sosial secara nyata yang dibangun secara face-to-face interactions. Inilah yang disebut Tonnies sebagai komunitas (dalam pengertian) tradisional; dimana setiap individu membantu individu yang lain, setiap individu mengenal identitas atau informasi individu yang lain, dan ikatan yang terjalin antarindividu sangat kuat serta menjelma dalam berbagai wujud.

Share

Telecommunity, Komunitas Virtual

Teori klasik tentang komunitas  salah satunya dikembangkan oleh Emili Durkheim yang menjelaskan tentang kesadaran kolektif atau conscience collective yang didefenisikan sebagai ‘the set of beliefs and sentiments common to the average members of a single society (which) forms a determinate systmen that has its own life’. Kesadaran kolektif ini salah satunya adalah nilai-nilai agamNa yang berlaku secara  tradisional dalam masyarakat –Durkheim menyebutnya sebagai ‘mechanical societies’.

Hal ini juga menjadi fakta sosial yang penting dikarenakan kesadaran kolektif ini memiliki material berupa institusi masyarakat itu sendiri, populasi, jumlah serta sifat alami dari kanal komunikasi.  Bagi Durkheim (1982:58) material-material tersebut merupakan fasilitas yang muncul dari corak struktur masyarakat yang secara radikal merupakan perwujudan dari bentuk hubungan antarindividu. Beberapa bentuk dari hubungan yang ada di masyarakat bagi Ferdinand Tonnies terbagi menjadi dua, yakni apa yang disebut sebagai Gameinschaft yang ada dalam masyarakat media, agama, bahasa, dan tempat sebagai kekuatan dasar dari bentuk solidaritas (Tonnies, 1995). Semantara Gesellschaft berasal dari kesatuan yang plural. Berasal dari kehidupan public atau merupakan dunia itu sendiri. Jika Gameinschaft (society) dimaknai sebagai organisme yang hidup atau masyarakat, sedangkan Gesellschaft (association) merupakan pengaturan kontrak atau kerjasama untuk maksud tertentu. Dalam pandangan Durkheim (1982:88) ‘In Gesellschaft every person strives for that which is to his own advantage and affirms the actions of others only in so far as and as long as they can further his interest’.

Share