Tag Archives: Identitas

Power/Knowledge on Facebook

Kekuasaan dalam pengertian tradisional dipahami sebagai kemampuan untuk memengaruhi individu lain untuk mengikuti kehendak sang pemilik kekuasaan; dalam tradisi sejarah yang dipahami oleh Foucault kekuasaan tersebut bahkan telah terinstitusi secara resmi seperti bagaimana seorang raja atau ratu yang seakan-akan memilliki kekuasaan secara absolut. Akan tetapi, aksioma Foucault menegaskan bahwa pengertian kekuasaan dalam pandangannya—terutama dalam bukunya The History of Sexuality/La Valonte de Savoir (1976-1984)—baginya berada dalam institusi sosial, bahkan sampai tingkat yang terkecil sekalipun; dan tidak hanya itu, kekuasaan akan muncul apabila ada relasi di antara individu yang terlibat di dalam institusi sosial tersebut.

Dicontohkan bahwa seorang lelaki akan memiliki kekuasaan ketika ia menikah, memiliki anak, dan menjadi kepala keluarga. Tidak ada pengakuan resmi atau upacara layaknya penobatan sang raja untuk menegaskan bahwa sang lelaki tersebut diberikan kekuasaan, melainkan terjadi komunikasi wacana (discourse) di antara setiap anggota keluarga tersebut sekaligus sejalan dengan pengetahuan setiap anggota keluarga untuk menjalani fungsi dan perannya masing-masing.

Share

Wacana Identitas di Facebook

Kehadiran Facebook merupakan salah satu medium dalam budaya siber yang memediasi interaksi antarsubyek di ruang virtual. Dalam kupasan yang dipaparkan David Bells di awal tulisan ini bahwa komunikasi termediasi komputer bisa didekati dalam dimensi pengalaman.

Perangkat Facebook yang dilahirkan oleh Mark Zurkenberg memberikan perangkat untuk membangun subyek. Setiap pengguna dan atau pemilik akun di Facebook disediakan form atau borang untuk menuliskan profil diri mereka seperti nama, nama kecil, tempat tanggal lahir, pendidikan, hobi, sampai pada kutipan yang disenangi olehnya. Fasilitas Facebook tersebut memungkinkan seseorang mengkonstruk dirinya melalui perantaraan teks baik itu dalam pengertian kumpulan kata maupun gambar yang pada akhinya memberikan kepingan-kepingan gambar bagaimana subyek pemilik akun Facebook itu (gambar 1); pada praktiknya ruang konstruksi identitas ini bisa bersifat opt in (hanya dibaca oleh pemilik akun itu sendiri, sebagian teman dalam jaringan Facebook, atau teman dari teman dalam jaringan Facebook) atau opt out (yang bisa dibaca oleh siapapun juga). Meski Facebook memiliki kuasa untuk mengarahkan bagaimana informasi apa saja yang harus disampaikan oleh subyek tersebut, namun pilihan untuk memberikan informasi tersebut tetap kembali kepada kesadaran pengetahuan dari pengguna facebook tersebut.

Share