Tag Archives: Michel Foucault

Beberapa Penelitian Identitas Virtual

Penggambaran diri dan identitas diri di dunia siber merupakan salah satu fenomena yang terjadi dalam hubungan interpersonal yang pada awalnya banyak diungkap oleh kajian-kajian di bidang komunikasi, sosiologi, antropologi, hingga psikologi. Marshal Mc Luhan, Wilbur Schramm, Stuart Hall, George Herbert Mead,  Michel Foucault,  Gilles Deleuze dan Felix Guattari, Jean Baudrillard, Paul Virilio, dan sebagainya merupakan sebagian figur-figur yang memberikan dasar untuk mendekati fenomena yang terjadi di dunis siber.

Ide Foucault, sebagai misal, tentang wacana yang tergantung pada bagaimana masyarakat mendefenisikan sebuah peristiwa. Definisi perbuatan kriminal merupakan wacana yang dikembangkan sendiri oleh komunitas tersebut termasuk di dalamnya bagaimana hukuman yang akan dijatuhkan terhadap perbuata tersebut. Mengutip buku karya Foucault tentang Discipline and Punish (1979), bahwa penjara yang berisi para kriminal dan bagaimana disiplin diterapkan di dalamnya. Di dalam penjara tersebut ada pengawas yang pada dasarnya tidak pernah secara menyeluruh diketahui oleh tahanann apakah mereka sedang diawasi dan bagaimana mereka diatur sesuai dengan term disiplin, dalam kasus ini terjadi di penjara pada akhir abad ke delapan belas di mana sel-sel tersebut diatur di sekitar menara centralguard, berkerumun menurut ‘kelas’ kriminal (semua pembunuh bersama-sama, semua pencuri bersama-sama). Pencahayaan di dalam sel berarti bahwa para tahanan  tidak bisa melihat ke dalam menara, tapi para penjaga dapat melihat ke dalam sel. Dalam hal ini cara, para tahanan tak pernah bisa tahu apakah mereka sedang diawasi oleh para penjaga (Atau jika, pada kenyataannya, ada ada penjaga di menara sama sekali), melainkan mereka harus memantau perilaku mereka sendiri, kalau-kalau mereka sedang diawasi – jadi disiplin menjadi terinternalisasi.

Share

Mengenal Michel Foucault

Paul-Michel Foucault merupakan anak kedua dari pasangan Paul-Anne yang lahir di Perancis tepatnya di Kota Pointiers pada 15 Oktober 1926 dari keluarga yang memiliki sejarah keluarga yang berasal dari keluarga ahli bedah (Lydia Alix, Foucault untuk Pemula, 2001:1-25). Ayah Foucault, yakni Paul Foucault, tidak hanya merupakan seorang dokter ahli bedah semata, melainkan guru besar dalam bidang anatomi di sebuah perguruan tinggi ternama di Perancis. Ibu Foucault yang beranama Anne Malapert juga berasal dari keluarga yang berprofesi sebagai ahli bedah. Bahkan kakek Foucault yang berasal dari Fontaineblu juga merupakan ahli bedah. Inilah alasan sederhana mengapa kedua orangtuanya mendorongan Foucault untuk juga menjadi ahli bedah seperti mereka.

Share

Power/Knowledge on Facebook

Kekuasaan dalam pengertian tradisional dipahami sebagai kemampuan untuk memengaruhi individu lain untuk mengikuti kehendak sang pemilik kekuasaan; dalam tradisi sejarah yang dipahami oleh Foucault kekuasaan tersebut bahkan telah terinstitusi secara resmi seperti bagaimana seorang raja atau ratu yang seakan-akan memilliki kekuasaan secara absolut. Akan tetapi, aksioma Foucault menegaskan bahwa pengertian kekuasaan dalam pandangannya—terutama dalam bukunya The History of Sexuality/La Valonte de Savoir (1976-1984)—baginya berada dalam institusi sosial, bahkan sampai tingkat yang terkecil sekalipun; dan tidak hanya itu, kekuasaan akan muncul apabila ada relasi di antara individu yang terlibat di dalam institusi sosial tersebut.

Dicontohkan bahwa seorang lelaki akan memiliki kekuasaan ketika ia menikah, memiliki anak, dan menjadi kepala keluarga. Tidak ada pengakuan resmi atau upacara layaknya penobatan sang raja untuk menegaskan bahwa sang lelaki tersebut diberikan kekuasaan, melainkan terjadi komunikasi wacana (discourse) di antara setiap anggota keluarga tersebut sekaligus sejalan dengan pengetahuan setiap anggota keluarga untuk menjalani fungsi dan perannya masing-masing.

Share

Wacana Identitas di Facebook

Kehadiran Facebook merupakan salah satu medium dalam budaya siber yang memediasi interaksi antarsubyek di ruang virtual. Dalam kupasan yang dipaparkan David Bells di awal tulisan ini bahwa komunikasi termediasi komputer bisa didekati dalam dimensi pengalaman.

Perangkat Facebook yang dilahirkan oleh Mark Zurkenberg memberikan perangkat untuk membangun subyek. Setiap pengguna dan atau pemilik akun di Facebook disediakan form atau borang untuk menuliskan profil diri mereka seperti nama, nama kecil, tempat tanggal lahir, pendidikan, hobi, sampai pada kutipan yang disenangi olehnya. Fasilitas Facebook tersebut memungkinkan seseorang mengkonstruk dirinya melalui perantaraan teks baik itu dalam pengertian kumpulan kata maupun gambar yang pada akhinya memberikan kepingan-kepingan gambar bagaimana subyek pemilik akun Facebook itu (gambar 1); pada praktiknya ruang konstruksi identitas ini bisa bersifat opt in (hanya dibaca oleh pemilik akun itu sendiri, sebagian teman dalam jaringan Facebook, atau teman dari teman dalam jaringan Facebook) atau opt out (yang bisa dibaca oleh siapapun juga). Meski Facebook memiliki kuasa untuk mengarahkan bagaimana informasi apa saja yang harus disampaikan oleh subyek tersebut, namun pilihan untuk memberikan informasi tersebut tetap kembali kepada kesadaran pengetahuan dari pengguna facebook tersebut.

Share