Tag Archives: Paul Virilio

Konsep Paul Virilio tentang Cyberculture

Paul Virilio mengajukan teori ‘dromology’ sebagai cara untuk memahami teknologi sebagaimana para teoritis yang berbicara tentang perang, kecepatan dan visi; teori tentang kekuatan militer, pengetahuan dan teknologi. Bahwa pengaruh militer dan budaya media memberikan efek yang luar biasa terhadap masyarakat seperti dalam esainya yang berjudul ‘Red alert in cyberspace’ (1995) yang menyatakan adanya tirani  dari kecepatan yang absolut; merujuk pada perang teluk di tahun 1991, Virilio menyatakan bahwa semua terkoneksi dengan apa yang disebut dengan ‘theatre of war’, mulai dari pemerintah, pihak militer, masyarakat, hingga media.

Berkaitan dengan cybercultur dan teknosain, Virilio beranggapan bahwa ada pengaruh kuat terhadap masyarakat, misalnya, ketidak jelasan distingsi antara individu sebagai manusia dengan mesin yang bertarung dalam tubuh manusia;  disebutnya sebagai ‘transplant revolution’ contohnya bioteknologi, nanoteknologi. Ia mengandaikan seperti pemerintah dengan kekuatan politik yang melawan rakyatnya sendiri atau dalam kajian ini sebagai tekno sains dan tubuh manusia. Virilio lebih melihat perkembangan teknologi dan media baru ini sebagai hal yang negative, ‘technophobe’.

Sumber: Bell, David. 2001. An Introduction to Cybercultures,London and New York: Routledge

Share

Beberapa Penelitian Identitas Virtual

Penggambaran diri dan identitas diri di dunia siber merupakan salah satu fenomena yang terjadi dalam hubungan interpersonal yang pada awalnya banyak diungkap oleh kajian-kajian di bidang komunikasi, sosiologi, antropologi, hingga psikologi. Marshal Mc Luhan, Wilbur Schramm, Stuart Hall, George Herbert Mead,  Michel Foucault,  Gilles Deleuze dan Felix Guattari, Jean Baudrillard, Paul Virilio, dan sebagainya merupakan sebagian figur-figur yang memberikan dasar untuk mendekati fenomena yang terjadi di dunis siber.

Ide Foucault, sebagai misal, tentang wacana yang tergantung pada bagaimana masyarakat mendefenisikan sebuah peristiwa. Definisi perbuatan kriminal merupakan wacana yang dikembangkan sendiri oleh komunitas tersebut termasuk di dalamnya bagaimana hukuman yang akan dijatuhkan terhadap perbuata tersebut. Mengutip buku karya Foucault tentang Discipline and Punish (1979), bahwa penjara yang berisi para kriminal dan bagaimana disiplin diterapkan di dalamnya. Di dalam penjara tersebut ada pengawas yang pada dasarnya tidak pernah secara menyeluruh diketahui oleh tahanann apakah mereka sedang diawasi dan bagaimana mereka diatur sesuai dengan term disiplin, dalam kasus ini terjadi di penjara pada akhir abad ke delapan belas di mana sel-sel tersebut diatur di sekitar menara centralguard, berkerumun menurut ‘kelas’ kriminal (semua pembunuh bersama-sama, semua pencuri bersama-sama). Pencahayaan di dalam sel berarti bahwa para tahanan  tidak bisa melihat ke dalam menara, tapi para penjaga dapat melihat ke dalam sel. Dalam hal ini cara, para tahanan tak pernah bisa tahu apakah mereka sedang diawasi oleh para penjaga (Atau jika, pada kenyataannya, ada ada penjaga di menara sama sekali), melainkan mereka harus memantau perilaku mereka sendiri, kalau-kalau mereka sedang diawasi – jadi disiplin menjadi terinternalisasi.

Share