Tag Archives: Tim Jordan

Kebudayaan dan Komunitas Virtual

virtual

Kebudayaan memiliki hubungan yang signifikan dengan komunitas. Menurut Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski, segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat (komunitas) ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. Akan halnya kebudayaan yang ada di internet, ruang individu yang dikonstruk oleh setiap user dalam interaksi di internet, misalnya dalam newsgroup, memiliki aturan, ciri khas, bahkan hirarki yang tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Meski konstruksi relasi sosial yang dibangun diwakili oleh teks maupun avatar, namun setiap individu memiliki kesadaran kolektifitas dalam lingkungan sosial tersebut sekaligus hak untuk menyatakan pendapat, pikiran, maupun opini mereka terhadap individu lain.

Share

Komunitas Virtual dan Lahirnya Cyberculture

dpin947l

Berkaitan dengan kehidupan sosial, ada banyak definisi yang menjelaskan tentang arti komunitas. Tetapi setidaknya definisi komunitas dapat didekati melalui; pertama, terbentuk dari sekelompok orang; kedua, saling berinteraksi secara sosial di antara anggota kelompok itu; ketiga, berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan atau tujuan dalam diri mereka atau di antara anggota kelompok yang lain; keempat, adanya wilayah-wilayah individu yang terbuka untuk anggota kelompok yang lain, misalnya waktu (Hillery, 1955).

Share

Interaksi CMC (computer mediated communication)

Pada masyarakat informasi ( Holmes, 2005:33) setiap individu mengalami peningkatan dalam berinteraksi dengan layar komputer, membangun relasi face-to-screen dibandingkan face-to-face. Sherry  Turkle dalam bukunya The Second Self (1995:9) menyatakan bahwa internet telah menghubungkan milyaran individu dari belahan bumi manapun dalam ruang baru yang berimplikasi pada cara kita berpikir selama ini tentang seksualitas, bentuk-bentuk dari komunitas, dan bahkan pada identitas diri. Bahkan di era internet saat ini ketika berbicara tentang komunitas virtual, maka kita berpartisipasi dengan orang lain dari seluruh dunia, orang-orang  yang terlibat dalam percakapan setiap waktu, bahkan terhadap orang yang secara relasi kita intim dengan mereka, namun orang-orang tersebut sangat mungkin tidak pernah bertemu secara fisik. Bahkan  Trevor Barr (2000:118) membuat beberapa tipe interaksi di internet, yakni :

  1. one-to-one messaging ( seperti email);
  2. one-to-many messaging (seperti ‘listserv’);
  3. distributed message databases (seperti USENET news groups);
  4. real-time communication (seperti ‘Internet Relay Chat’);
  5. real-time remote computer utilization (seperti ‘telnet’);
  6. remote information retrieval (seperti ‘ftp’, ‘gopher’ and the World Wide Web)
Share

Wacana Identitas di Facebook

Kehadiran Facebook merupakan salah satu medium dalam budaya siber yang memediasi interaksi antarsubyek di ruang virtual. Dalam kupasan yang dipaparkan David Bells di awal tulisan ini bahwa komunikasi termediasi komputer bisa didekati dalam dimensi pengalaman.

Perangkat Facebook yang dilahirkan oleh Mark Zurkenberg memberikan perangkat untuk membangun subyek. Setiap pengguna dan atau pemilik akun di Facebook disediakan form atau borang untuk menuliskan profil diri mereka seperti nama, nama kecil, tempat tanggal lahir, pendidikan, hobi, sampai pada kutipan yang disenangi olehnya. Fasilitas Facebook tersebut memungkinkan seseorang mengkonstruk dirinya melalui perantaraan teks baik itu dalam pengertian kumpulan kata maupun gambar yang pada akhinya memberikan kepingan-kepingan gambar bagaimana subyek pemilik akun Facebook itu (gambar 1); pada praktiknya ruang konstruksi identitas ini bisa bersifat opt in (hanya dibaca oleh pemilik akun itu sendiri, sebagian teman dalam jaringan Facebook, atau teman dari teman dalam jaringan Facebook) atau opt out (yang bisa dibaca oleh siapapun juga). Meski Facebook memiliki kuasa untuk mengarahkan bagaimana informasi apa saja yang harus disampaikan oleh subyek tersebut, namun pilihan untuk memberikan informasi tersebut tetap kembali kepada kesadaran pengetahuan dari pengguna facebook tersebut.

Share